Sunday, August 4, 2019

Mengalami Disfungsi Ereksi? Lakukan Teraphy ESST di RS Premier Jatinegara


Hubungan rumah tangga yang harmonis salah satunya disebabkan karena terpenuhinya nafkah lahir dan batin. Hubungan seksual dalam rumah tangga merupakan sebuah kewajiban dan hal antara suami dan istri sehingga perlu selalu dijaga untuk keharmonisan yang langgeng. Sayangnya ada beberapa penyakit baik jiwa maupun fisik yang bisa mengganggu hubungan harmonis ini. Dari sisi suami misalnya, terdapat kelainan disfungsi ereksi dimana pria tidak bisa berhubungan intim karena tidak bisa mengalami ereksi. Ereksi sendiri adalah menegangnya alat kelamin pria untuk bisa melakukan fungsinya. Dalam kondisi normal, alat kelamin pria bisa ereksi dengan sendirinya hanya dengan rangsangan-rangsangan kecil. Dalam kelainan disfungsi ereksi ini, alat kelamin pria tidak bisa berereksi sehingga tidak tercipta hubungan fisik yang dikehendaki.

Bagi suami yang mengalami disfungsi ereksi, sering mengakibatkan hilangnya kepercayaan diri bahkan terhadap istri. Hal ini sering mengakibatkan masalah psikis dalam rumah tangga yang bisa menghilangkan keharmonisan. Karena itu, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut agar kelainan ini tidak menjadi permanen. Bagi Anda yang mengalaminya, kini ada pengobatan dan terapi yang bisa dilakukan yaitu dengan teraphy ESST (Extracorporeal Shock Waves for Sexual Therapy) di RS Premier Jatinegara.

Apa itu ESST? Esst merupakan terapi yang digunakan untuk memberikan pengobatan kepada pria dengan disfungsi ereksi. Terapi ini menggunakan gelombang kejut bertekanan rendah dengan tujuan untuk memperlancar peredaran darah ke penis. Gelombang ini juga bisa menstimulasi pembentukan pembuluh darah kolateral baru pada penis. Dengan lancarnya peredaran darah di penis dan sekitarnya, besar kemungkinan masalah disfungsi ereksi ini akan segera teratasi.

ESST termasuk terapi jenis baru untuk menangani disfungsi ereksi. Bagi yang belum pernah mendengarnya, berikut ini adalah tata penanganan pasien yang akan melakukan ESST:

• ESST akan ditempelkan di 5 titik pada penis pria dimana nantinya akan diberikan 300 kali gelombang kejut bertekanan rendah.
• Terapi EEST akan dilangsungkan selama 9 minggu yang terbagi menjadi 2 periode terpisah.
• Periode pertama, terapi dilakukan dengan frekuensi 2 kali seminggu selama 3 minggu berturut-turut.
• Setelah periode pertama, pasien akan diistirahatkan dari terapi selama 3 minggu.
• Periode kedua, pasien akan kembali menerima gelombang kejut dengan frekuensi 2 kali seminggu selama 3 minggu sehingga total terapi adalah 9 minggu.

Dibandingkan dengan penanganan pasien disfungsi ereksi sebelumnya yang harus melakukan serangkaian pembedahan dan obat-obatan, terapi ini dinilai lebih efektif dan lebih nyaman untuk pasien. Terapi ini tidak memerlukan tindakan bedah dan meminimalisir obat-obatan yang justru bisa berbahaya bagi pasien. Setelah melakukan sesi terapi, pasien bebas beraktivitas seperti biasa. Pasien pun tak perlu di rawat inap di rumah sakit.

Jangan tunggu lama-lama untuk menangani masalah disfungsi ereksi apalagi bagi Anda pria yang masih muda atau dewasa. Segera kunjungi RS Premier Jatinegara untuk mendapatkan jadwal terapi. Anda juga bisa melakukan pendaftaran terlebih dahulu sebelum kedatangan sehingga tidak menunggu terlalu lama untuk langsung melakukan proses terapi. Selama menjalani terapi ini, sebaiknya Anda tidak melakukan hal-hal yang justru berakibat negatif seperti merokok, konsumsi alkohol, begadang, mengkonsumsi obat terlarang ataupun sering berkecimpung dengan tekanan pekerjaan yang tinggi. Perhatikan juga kebiasaan sehari-hari seperti pola makan yang sehat, olahraga teratur dan kebiasaan baik lainnya agar proses terapi bisa memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil mengembalikan fungsi alat kelamin Anda.

0 comments:

Post a Comment