Thursday, January 2, 2020

5 Tahapan Perkembangan Motorik Anak usia 0-2 Tahun


Pertumbuhan buah hati kian pesat, salah satunya dari segi fisik dan kekuatan. Hal tersebut diiringi dengan meningkatnya perkembangan motorik anak, baik motorik halus maupun kasar. Mengapa perkembangan motorik ini penting? Sebab motorik ini berhubungan dengan pengendalian gerak tubuh yang mengkoordinasi susunan otot, otak, syaraf, dan spinal cord. 

Merangsang motorik menjadi penting karena jika terlalu lemah, salah satu risiko akan terjadi adalah defisiensi imun (penurunan kekebalan tubuh). Rendahnya imun dapat memicu bakteri menyerang sehingga dapat menyebabkan diare pada anak.

Tahapan Perkembangan Motorik Pada Anak

Motorik kasar berhubungan dengan otot besar seperti aktivitas si kecil melompat, berlari, duduk, dan lain sebagainya. Sementara motorik halus berhubungan dengan gerak otot-otot kecil seperti jari-jari tangan yang dapat dilatih dengan mencoret-coret, memindahkan benda, menyusun balok, dan lain sebagainya. 

Perkembangan motorik pada anak perlu Anda perhatikan agar bisa maksimal dan si kecil berkembang seperti seharusnya. Selain itu, pemantauan ini berguna agar si buah hati senantiasa sehat sehingga sehingga tidak akan terjadi masalah misalnya diare.

Berikut tahapan perkembangan motorik anak yang perlu Anda ketahui.

1. 0—3 Bulan

Pada usia tiga bulan pertama, anak mulai belajar mengangkat kepala dan dadanya dari lantai seperti melakukan mini push up. Pada usia ini, jemari anak masih menggenggam erat. Anda dapat melatih motorik halusnya dengan memberikan sentuhan lembut pada jari, memberikan benda untuk digenggam, atau menyilangkan tangan untuk menguatkan otot lengan si kecil.

2. 4—6  Bulan 

Memasuki usia 4—6 bulan, buah hati dapat memiringkan badannya baik ke sisi kiri, kanan, menggulingkan badan, tengkurap, hingga menggunakan tangan untuk membuatnya duduk. Motorik halus anak berkembang ditandai dengan dapat menggenggam maupun menggapai mainan.

3. 7—9 Bulan

Pada usia ini, anak sudah mampu meraih sendiri mainan mainan tanpa jatuh. Anak sudah mampu duduk, merangkak, bahkan belajar berdiri sendiri. Perkembangan motorik halusnya ditandai dengan mampu menggapai mainan dengan kedua tangan serta mengambil benda yang lebih kecil dengan telunjuk dan ibu jari.

4. 10-12 Bulan

Pada usia ini, si kecil sudah dapat berdiri dan melangkahkan kaki guna belajar merambat. Anak juga dapat duduk tanpa sokongan dari belakang dan memutar kepala tanpa hilang keseimbangan. Perkembangan motorik halusnya ditandai dengan kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan posisi duduk, melempar, maupun bertepuk tangan.

5. 1—2 Tahun

Memasuki usia satu hingga dua tahun, anak Anda telah mempunyai refleks yang baik. Anak dapat berjalan, mundur, melempar, naik tangga, duduk di kursi tanpa pegangan, serta menarik dan mendorong benda berat. Sedangkan kemampuan motorik halusnya ditandai dengan kemampuan menyusun balok menjadi menara, mencoret-coret, maupun melepas dan celana dan bajunya.

Itulah lima tahapan perkembangan motorik anak yang bisa Anda jadikan sebagai salah satu acuan. Memantau setiap perkembangannya menjadi penting agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan. Terutama pada usia 0—6 bulan yang rawan terjadi diare pada anak.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya!

0 comments:

Post a Comment