Tuesday, April 7, 2020

Ternyata 5 Jenis Alat Musik Tradisional Ini Digemari Milenial, Sudah Tahu?

Sumber : percintfive.com
Indonesia punya sekali banyak alat musik tradisional, baik itu alat musik asli yang diciptakan suku-suku kita maupun alat musik yang dibawa dari luar negeri dan dikembangkan oleh masyarakat setempat. Selama bertahun-tahun alat musik ini terus bertahan dan telah menghasilkan berbagai karya musik paling indah yang selama ini kita sebut sebagai musik tradisional atau musik daerah.
Namun tak diragukan lagi bahwa di era modern dan global ini eksistensi alat musik tradisional sudah semakin terancam, khususnya dengan terjangan berbagai musik dari dunia luar yang semakin sporadis. Anak-anak muda kita lebih suka dengan musik-musik modern yang memang sesuai dengan zaman mereka. Alat musik tradisional kini semakin dilupakan dan tak banyak milenial yang bisa memainkannya.
Tapi melalui berbagai sosialisasi dan kegiatan seni, anak muda kembali dikenalkan dan diajarkan pada ragam alat musik kita yang kaya raya, dengan berbagai keunikan suara, bentuk, dan cara memainkannya. Milenial pun perlahan mulai tertarik untuk mempelajarinya dan bahkan ada kelas-kelas khusus di sekolah untuk mendalami alat musik tradisional ini.
Inilah beberapa alat musik tradisional yang banyak dimainkan kaum milenial sekarang.
Gamelan
Sumber : infosurabaya.com
Gamelan sendiri sebenarnya bukan alat musik, melainkan perangkat musik yang terdiri atas beberapa instrumen. Beberapa jenis alat musik yang umumnya dipakai dalam gamelan antara lain gangsa, gender, bonang, gong, saron, slenthem (metalofon), gendang (membranofon), kemanak (idiofon), gambang (xilofon), suling (aerofon), dan rebab (kordofon). Gamelan sangat populer di mancanegara dan sampai sekarang masih aktif dimainkan di banyak wilayah Indonesia, khususnya Jawa.
Angklung
Sumber : tukataviantane.org
Kesenian angklung sudah menarik perhatian masyarakat dunia, terutama karena keunikan bentuk dan cara memainkannya. Angklung dibuat dari bambu yang disusun sedemikian rupa, menghasilkan suara yang khas ketika digoyangkan. Bambu-bambu tersebut akan saling berbenturan dan berdentingan, menciptakan suara yang luar biasa bila dimainkan dalam nada yang pas. Apalagi jika dimainkannya secara bersamaan dengan suara suling dan gendang, pasti akan menciptakan suara yang begitu khas. Ada banyak sekali jenis angklung dan anak muda biasa memainkannya dalam festival kesenian atau atraksi musik jalanan yang memukau.
Kendhang
Sumber : mlbudus.com
Kendang adalah alat musik perkusi asal Jawa Tengah dan Jawa Barat, biasanya menjadi bagian dari gamelan. Namun anak muda sudah memasukkan kendhang ke dalam musik-musik pop, jazz, untuk memberikan nuansa etnik di tengah musik kontemporer. Bahkan kendhang sendiri sudah banyak digunakan oleh musisi dari mancanegara karena alat musik ini memang bisa menghasilkan suara perkusi yang khas.
Rebab
Sumber : pinterest.com
Jika masyarakat dunia punya biola, kita punya rebab. Keduanya sama-sama alat musik gesek. Namun alat musik senar ini bukan asli Indonesia, melainkan dibawa oleh para pedagang Islam pada abad ke-8. Bentuk rebab satu daerah berbeda dengan lainnya. Rebab kerap dimainkan dan diadopsi dalam lagu kontemporer karena lengkingan suaranya yang khas.
Kecapi
Sumber : romdaceade.org
Alat musik masyarakat Sunda ini juga menemukan tempatnya di kalangan anak muda. Kecapi biasanya dimainkan untuk mengiringi Tembang Sunda atau Mamaos Cianjuran. Ini adalah alat petik yang diletakkan di bawah, bukan digendong seperti gitar. Ada dua jenisnya, yaitu kecapi parahu dan kecapi siter, keduanya kini banyak dimainkan anak muda dalam berbagai kesempatan.
Untungnya banyak komunitas pegiat seni yang terus mempromosikan berbagai kesenian tradisional kita dan mendorong anak muda untuk terus mencintainya. Jika kesenian kita tidak dilestarikan, maka lambat laun ini akan punah atau bahkan diklaim oleh negara tetangga!

0 comments:

Post a Comment